top of page
pexels-mike-van-schoonderwalt-1884800-5506057.jpg

SKENARIO 4

Proses Wawancara - Pertanyaan Diskriminatif

pexels-kampus-8353834.jpg

Anda adalah HR Business Partner yang mengamati proses wawancara untuk posisi Sustainability Reporting Analyst. Panel wawancara terdiri dari tiga orang: Manajer ESG, Kepala Komunikasi, dan satu anggota tim green committee.

Dalam sesi wawancara dengan kandidat ketiga hari ini, seorang perempuan bernama Tari, 28 tahun, dari kota kecil di luar Jawa. Anda memperhatikan beberapa hal yang membuat Anda tidak nyaman:

Pertanyaan Panel​

  1. "Ceritakan tentang gaya hidup berkelanjutan Anda sehari-hari, apa yang Anda lakukan untuk mengurangi jejak karbon pribadi Anda?"

  2. "Komunitas atau gerakan lingkungan apa yang Anda ikuti? Konferensi lingkungan apa yang terakhir Anda hadiri?"

  3. "Kami perlu tahu apakah Anda benar-benar passionate, bukan sekadar mencari pekerjaan. Apa yang Anda korbankan secara personal untuk lingkungan?"

​

Masalah yang Anda Identifikasi

  1. Pertanyaan ini menilai gaya hidup personal, bukan kompetensi kerja. Kandidat dari daerah dengan infrastruktur terbatas mungkin tidak punya pilihan transportasi hijau atau akses ke produk ramah lingkungan.

  2. Ini mengukur akses ke jaringan dan modal sosial, bukan kompetensi analitis. Konferensi internasional membutuhkan biaya dan koneksi yang tidak semua kandidat miliki.

  3. Framing 'pengorbanan personal' adalah standar ganda yang tidak akan ditanyakan untuk kandidat di divisi keuangan atau IT. Ini juga berpotensi menginvasi privasi.

 

Tari menjawab semua pertanyaan dengan tenang namun tampak tertekan. Setelah sesi selesai, panel memberikan skor rendah untuk Tari dengan komentar: 'Kurang passionate, tidak cukup terlibat di komunitas hijau.'

Anda tahu bahwa dalam tes kemampuan teknis sebelumnya, Tari mendapat skor tertinggi di antara semua kandidat.

Sebagai HR Business Partner, apa yang Anda lakukan?

pexels-alphaen-28461033.jpg

Hormati penilaian panel, mereka yang paling tahu kebutuhan tim. Catatan Anda tentang pertanyaan yang bermasalah bisa disampaikan sebagai masukan untuk pelatihan interviewer di kemudian hari, tanpa harus mengintervensi keputusan rekrutmen ini.

Go

Intervensi langsung sebelum keputusan final, sampaikan kepada panel bahwa beberapa pertanyaan yang diajukan berpotensi diskriminatif tidak langsung dan tidak relevan terhadap kompetensi peran. Minta panel meninjau ulang skor dengan mengesampingkan penilaian berbasis pertanyaan tersebut, dan fokus pada kompetensi teknis serta pertanyaan yang relevan.

Go

Ajukan Tari ke putaran tambahan dengan pewawancara yang berbeda, tanpa memberitahu panel bahwa Anda tidak setuju dengan penilaian mereka. Ini memberi Tari kesempatan kedua tanpa konfrontasi terbuka.

Go
bottom of page